Sebuah catatan pertemuan kuliah ke 6 dengan Pak Ida Fajar


Komunikasi ilmiah

Kuliah oleh : Ida Fajar Piyanto,

Sistem yang menghasilkan pengetahuan melalui penemuan dan kerjasama (collaboration)

Pustakawan hanya sebagaian kecil dari komunikasi ilmiah. Pustakawan tidak boleh sombong sebagai orang yang hebat. Perpustaaan hanya sebagian dari siklus komunikasi ilmiah.

Siklus komunikasi ilmiah misalnya : ada orang yang membuat buku / melakukan pnelitian à kemudian buku tersebut di review à dibuat paperà di sitir –> buat penelitian / buku baru àperpustakaan

Ilmu perpustakaan termasuk Interdisipliner, karena dari imu yang bermacam macam menjadi satu hasil

Multi disilpin dipelajari bersama-sama tapi hasilnya masing-masing

Cross disiplin, mempelajari bidang yang berbeda tetapi hasilnya di bidang tersebut

Perlu diingat :

  • Komunikasi ilmiah telah didominasi penerbit komersial (pengawasan dan pengaturan harga)

Pengawasan akses : saat melanggan database tidak boleh institusi lain memakai. Misalnya Perpusnas melanggan database tetapi seluruh penduduk Indonesia bisa mengakses database tersebut, hal tersebut merugikan penerbit, dari sisi penerbit. Hal tersebut menjadi gunjingan internasional. Dari konteks warga negara menguntungkan.

Pengaturan harga : yang mengatur harga adalah penerbit, sehingga penerbit memegang peranan penting dalam memainkan harga. Penulis tidak mendapatkan apa-apa , padahal harga langgan mahal. Jadi pendapatan besar 60% hanya untuk promosi.

  • Negara berkembang tidak selalu mudah mendapatkan akses ke hasil-hasil penelitian oleh karenanya kontribusi mereka dalam penelitian kecil juga
  • Keinginan / kebutuhan untuk menyediakan open akses (OA) publikasi ilmiah

Di negara maju sangat mudah untuk mendapatkan infomasi ilmiah, tetapi di negara berkembang sangat sulit mendapatkan sumber informasi. Maka munculah kegiatan OA

Definisi Open Akses

Budapest open access initiative (2012)

“Boleh di baca boleh di download, boleh disebarluaskan, boleh di kopi, boleh di cetak, boleh di buat tautan, boeh dibuat search di weblog.”

Open access di dlekarasikan secara internasional di budapest, bethesda, dan berlin pada tahun 2002 dan 2003

Perkembangan sebenarnya mulai tahun 1990an dengan “the launch of several databases and free online peer reviewed journal”

Sesuadah 2003 banyak deklarasi kecuali di Indonesia.

OA Bussiness Model

  • OA repositories (prpustakaan mempunyai repository tetapi bisa di akses) harus full text, kalau hanya memajang bab 1 dan bab 5 itu bukan OA.
  • OA journals,
  • Open educ Resources
  • Open Monograph
  • Open Mono

Pendekatan OA

  • Gold OA. Full text dan ada volume, tahun dan ada sitasi
  • Green OA Tidak ada nama Volume, tahun dsb, tetapi tidak bisa sitasi dan full text (kemungkinan bisa mau di terbitkan oleh penerbit)
  • Hybrid OA, bisa ketemu Gold atau Green. Bareng-bareng antara yang berbayar dan gratis
  • Delay OA, buku tebit berbayar selama satu tahun, kemudian gratis boleh di download
  • Short term OA, free nya sebentar kemudian membayar. Misalnya 6 bulan free kemudian berbayar
  • Selected OA. Sebagai contoh satu jurnal ada 14 artikel adayang selected, 1 artikel ada yang open akses. Biasanya dalam artikel jurnal yang free hanya ada 1 artikel.
  • Partial OA, lebih dari satu atau sebagian artikel free

Kebalikan OA dengan komersial (close access), kalau artikel mau di OA kan ke proquest misalnya, kita harus membayar ke proquest misalnya sebesar 200$, kebalikan dari fee misalnya pengarang men yerahkan ke proquest ketika artikel tersebut di beli maka kita mendapat fee.

Repository ada 4 :

  1. National repository system, bisa jadi perpusnas membangaun repository negara, seluruh publikasi negara di simpan di repository nasional dan bisa diakses
  2. Subjek repository, bisa di kelola oleh berbagai asosiasi misalnya, repository ilmu perpustakaan yang mengerjakan beberapa asosiasi dari berbagai perguruan tinggi
  3. Institurional repository, adalah repository yang dihasilkan oleh lembaga tertentu dan disimpan di institusi tertentu, satu lembaga dalam satu repository.
  4. Reaserch repository, yang dimunculkan dalam research repository adalah semua hal yang berkaitan dengan research. Tidak hanya research tetapi data dan quisioner nya bisa diakses.

Jumalah OA journal (DOAJ)

Directory of open access journal (nov 2014)

  • 032 journal
  • 748.387 article
  • 135 country

Metrict dalam perpustakaan

  • Buku yang kelua dari rak tetapi berada di dalam perpustakaan (dianggap terbaca)
  • Daicatat dan heboh : buku yang dianggap hilang
  • Buku masuk perpustakaan : dari pembelian dan pengadaan
  • Jumlah pendapatan dari denda yang masuk ke perpustakaan.
  • Jumlah pendapatan dari keanggotaan
  • Jumlah pendapatan dari bebas pinjam ( tidak pernah pinjam harus membayar) perpustakaan mempunyai kebijakan seperti itu dikarenakan dulu dana perpustakaan hanya sedikit untuk pembelian bahan pustaka aja.
  • Jumlah pendapatan dari layanan lain

Yang terlewatkan dalam metrics

  • Analisis jumlah kunjungan perpustakaan
  • Anaisis jumlah koleksi perpustakaan yang di pinjam
  • Analisis trend buku yang dipinjam
  • Analisis keterlambatan pengembalian buku.
  • Analisis buku ang tak pernah dibaca
  • Analisis topik penelusuran
  • Analisis akses ejournal / ebooks

Metrict dalam perpustakaan

  • Masih melihat kuantitas
  • Belum melihat sisi kualitas dan efektifitas layanan dan sumber informasi
  • Evaluasi layanan perpustakaan dapa menggunakan teknik kualitatif maupun kuantitatif
  • Perpustakaan perlu melihat efektifitas layanan dan memahami kebutuhan informasi dan perilaku pencarian informasi pemustakannya. Singh (2007)

Teknologi informasi dan perubahan perilaku

  • Perkembangan teknologi memunculkan format baru dan perubahan perilaku informasi : cara mencari, mendapatkan dan menggunakan informasi
  • Perkembangan teknologi tidak merubah informasi tetap merubah cara informasi disampaikan Pool (2009)

Efektivitas eResouces A special case

  • Efektifitas didasarkan pada cakupan dan kedalaman koleksi dan kemampuan perpustakaan menyediakan sumber informasi yang dibutuhkan
  • Untuk dapat berhasil dalam lingkungan informasi yang saat ini terjadi, perpustakaan harus yakin tentang kecukupan sumber informasi pepustakaan.
  • Melibatkan pemustaka dalam memenuhi kebutuhan mereka menjadikan pemustaka merasa dilibatkan dan karenanya persepsi efektivitas perpustakaan meningkat.

Partners: sponsorship , promosi, dan visibilitas

Lembaga informasi (media masa, cetak/medsos/radio/TV/dll)

Industri informasi (vendor, penerbit, penerbitan lain)

Lembaga/perusahaan yang dapat mendukung perpustakan (bank, perusahaan , yayasan, dll)

Lembaga informasi dan industri infromasi adaah sesautu yang berbeda. Industri informasi adalah sesuatu yang berbeda

Media masa (perpustakaan dan pustakawan)

Menulis dan ditulis, di tulis wartawan visibiiitas kita akan terlihat.

Library anxiety : yang lalu dan sekarang

Empat penyebab pemustaka galau di dalam perpustakaan :

  1. Luasan perpustakaan
  2. Ketikdak tahuan pemustaka tentnag lokasi layanan dan fasilitas perpust
  3. Bagaimana memulai melakukan sesuatu di perpustakaan dan
  4. Apa yang perlu dilakukan di dalam perpustakaan

(Contance mellon: library anxiety, 1986)

Tidak semua pemustaka tahu seluk beluk perpustakaan

Ada pemustaka ke perpustakaan dengan tidak percaya diri dan galau

Komunikasi organisasi profesi

  • Berbagi informasi perpustakaan
  • Berbagi informasi perpustakaan
  • Belajar dari organisasi lain
  • Training dan cross training

Posted on Desember 13, 2015, in ilmu pengetahuan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: